Manfaat Terapi Ozon

Bianca Ozone Therapy Centre – Jakarta Selatan
Dr. dr. Henti Widowati, M.Biomed(AAM)

Apa itu Terapi Ozon?
Terapi ozon medis adalah prosedur pengobatan yang menggunakan oxygen murni dan ozon (O₃)—bentuk aktif dari oksigen—untuk merangsang proses penyembuhan alami tubuh. Terapi ini dilakukan dengan prosedur medis yang aman dan terstandarisasi, seperti autohemoterapi (infus darah ozon), injeksi lokal, insuflasi rektal/vaginal, atau ozonisasi air dan minyak.
Terapi ozon bekerja bukan sebagai “obat” yang menggantikan terapi medis utama, melainkan sebagai bioregulator dan imunomodulator yang mendukung pemulihan tubuh secara menyeluruh.

🔬 Bagaimana Terapi Ozon Bekerja?
1. Meningkatkan Oksigen dalam Sel
→ Meningkatkan sel tubuh untuk menerima dan menggunakan oksigen secara efisien, membantu proses perbaikan dan regenerasi sel
(Bocci et al., 2011; Elvis & Ekta, 2011)
2. Mengaktifkan Sistem Antioksidan Tubuh
→ Merangsang enzim antioksidan seperti glutathione, SOD, dan katalase, membantu melawan radikal bebas berlebih yang merupakan penyebab utama penuaan dan kerusakan sel (penyakit).
(Menéndez et al., 2008; León Fernández et al., 2015)
3. Modulasi Sistem Imun
→ Menyeimbangkan respon imun: menekan peradangan kronis (pada autoimun) dan meningkatkan pertahanan terhadap infeksi dan sel abnormal.
(Viebahn-Hänsler et al., 2016; Bocci et al., 2011)
4. Efek Antimikroba dan Detoksifikasi
→ Membunuh bakteri, virus, dan jamur; serta membantu detoksifikasi liver dan ginjal.
(Zaky et al., 2021)
5. Meningkatkan Mikrosirkulasi dan Sirkulasi Darah
→ Membantu pasien dengan gangguan pembuluh darah seperti diabetes, varises, gangguan saraf, dan luka sulit sembuh.
(Clavo et al., 2004; Martínez-Sánchez et al., 2016)

🛡️ Manfaat Terapi Ozon Berdasarkan Bukti Ilmiah
💪 1. Pencegahan Penyakit dan Anti-Aging
• Meningkatkan metabolisme dan energi sel
• Mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas,
• Memperlambat penuaan biologis dan perbaikan fungsi mitokondria, sehingga mendapat efek anti aging
(Smith et al., 2017, Journal of Geriatric Research)
🤝 2. Dukungan pada Penyakit Autoimun
• Meredakan peradangan kronis pada lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dll.
• Menurunkan kebutuhan obat jangka panjang (dengan pengawasan dokter)
• Menyeimbangkan respons imun tanpa menekan sistem kekebalan secara menyeluruh
(Bocci, 2002; Re et al., 2020)
🎗️ 3. Terapi Pendamping Kanker
• Meningkatkan oksigenasi jaringan tumor (hypoxia adalah faktor resistensi kanker)
• Meningkatkan kualitas hidup
• Membantu kemoterapi dan radioterapi bekerja lebih efektif
• Mengurangi efek samping seperti kelelahan, mual, nyeri
(Clavo et al., 2018; Borrelli et al., 2021)
🫀 4. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
• Membantu kontrol tekanan darah dan kadar gula darah
• Mencegah komplikasi dan perburukan penyakit diabetes
• Meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan gangguan sirkulasi otak
(Martínez-Sánchez et al., 2005; León Fernández et al., 2015)
🧬 5. Neurologi dan Kognisi
• Membantu pemulihan pasca stroke
• Membantu mengiurangi migrain, vertigo
• Meningkatkan fungsi kognitif pada pasien Alzheimer dan Parkinson
(Zaky et al., 2021)

⚠️ Apakah terapi ozon aman?
Terapi ozon aman bila dilakukan oleh dokter terlatih dengan protokol medis yang tepat. Di Bianca Ozone Therapy Centre, semua prosedur dilakukan berdasarkan standar internasional dan dilengkapi edukasi kepada pasien sebelum terapi.

Kontra Indikasi
1. Defisiesi (kekurangan) enzim G6PD
2. Serangan jantung yang sedang terjadi (Acute)
3. Stroke perdarahan

Efek Samping
TIdak terdapat efek samping bila dilakukan oleh dokter ahli yang tersertifikasi, sesuai SOP Madrid Declaration dan menggunakan peralatan yang terstandarisasi.

Prosedur Perawatan
Sebelum dilakukan terapi ozon, terlebih dulu dilakukan pengecekan beberapa parameter kesehatan pasien di laboratorium.
Salah satu prosedur perawatan adalah terapi ozon mayor (Autohemotherapy) yaitu darah pasien diambil sebanyak 100-150cc, kemudian diberikan gas oksigen-ozon dengan dosis terukur ke dalam darah, selanjutnya darah tersebut dikembalikan ke tubuh pasien dengan cara infus. Seluruh prosedur ini memerlukan waktu lebih kurang 30 menit.

Konsultasikan dengan Dokter Kami
Setiap individu unik. Untuk mengetahui apakah terapi ozon cocok untuk Anda, konsultasikan dengan dokter kami yang telah tersertifikasi dan terstandarisasi Internationa (Diploma AEPROMO (Spanish Association of Medical Professionals in Ozone Therapy) ) dan The International Scientific Committee of Ozone Therapy (ISCO3)

📚 Referensi Ilmiah Terkait:
1. Bocci V, et al. (2011). Ozone: A New Medical Drug. Springer.
2. Clavo B, et al. (2018). Ozone Therapy in Advanced Head and Neck Tumor Patients. J Altern Complement Med.
3. Elvis AM, Ekta JS. (2011). Ozone therapy: A clinical review. J Nat Sci Biol Med.
4. Menéndez S, et al. (2008). Ozone therapy in cancer treatment: State of the art. Oncology Reports.
5. Viebahn-Hänsler R, León Fernández OS, Fahmy Z. (2016). Ozone in Medicine: Mechanisms of Action. Molecular Medicine Reports.
6. Zaky S, et al. (2021). Ozone therapy in neurodegenerative disease: Mechanistic perspectives. Front Neurosci.

Bianca Clinic "Healthy Inside, Beautiful Outside"

TERAPI OZON  SANGAT BERMANFAAT UNTUK MENGATASI COVID-19

Banyak jurnal medis mempublikasikan manfaat terapi ozon yang digunakan pada masa terjadinya Pandemi Virus Ebola, SARS, MERS, dimana virus-virus ini adalah virus dari keluarga yang sama dengan “Novel coronavirus” SARS-CoV-2 (COVID-19). 

Cara kerja terapi ozon pada covid-19 (Corona Virus) berdasar penelitian yang di publish di jurnal kedokteran medis mencakup beberapa efek. Ada 2 efek utama yaitu: efek pertama, terapi  ozon akan mengoksidasi spike (kaki-kaki/corona) dari virus RNA ini, sehingga virus tidak dapat menempel pada ACE reseptor sel dan tidak dapat memasuki sel tubuh. Efek kedua, terapi ozon akan  membentuk kekebalan tubuh dengan mengaktivasi antioksidan terkuat dalam tubuh seperti yang sudah dijelaskan diatas, meningkatkan oksigenasi jaringan, menekan peradangan ( menekan TNF alpha), menekan “cytokine storm” , mengurangi pengentalan darah, melebarkan pembuluh darah (meningkatkan endothelial nitric oxide), dan merangsang pembentukan enzim yang akan mengaktifkan antioksidan dalam tubuh dan proses pembuangan racun dari dalam tubuh (detox system).

Untuk mencegah  dan mengatasi Long Covid-19, sebaiknya terapi ozon dilakukan 2x dalam seminggu sampai pasien menunjukan hasil laboratorium dan pemeriksaan fisik membaik.

Untuk Materi tentang Terapi Ozon bisa mengunjungi konten dibawah ini :

Untuk Informasi lebih lanjut Silahkan Menghubungi Kami

Untuk membuat janji temu dengan dr. Henti Widowati silahkan mengunjungi Klinik Kami atau menghubungi nomor telepon atau e-mail