Ozone Therapy

dokterOzone therapy for beauty and health (1)

Dr. Henti Widowati, M.Biomed(AAM),Dipl.Cibtac

Having a beautiful face and tight skin without wrinkles as well as optimal health over time would be the desire of every woman, but because of the age factor, pollution, free radicals, sun, extreme climate change, as well as unhealthy lifestyle makes youthful yearning just be wishful thinking.

Read More —

 

 

Terapi Ozon Untuk Kecantikan & Kesehatan (2)

 

Ozon tak hanya sekadar lapisan pelindung bumi. Namun gas ozon juga bisa dijadikan sebagai

terapi kesehatan dan kecantikan.

 

Ozon adalah komponen udara segar yang terjadi secara alami, sebagai hasil reaksi antara sinar ultraviolet dari matahari dengan lapisan atas atmosfir bumi, dan membentuk lapisan pelindung yang menyelimuti bumi yang disebut juga lapisan Ozon. Ozon merupakan molekul gas yang terdiri dari 3 atom Oksigen dan mempunyai rumus kimia O3. Molekul Ozon bersifat tidak stabil dan akan selalu berusaha mencari ’sasaran’ untuk dapat melepaskan satu atom Oksigen dengan cara oksidasi, sehingga dapat berubah menjadi molekul Oksigen yang stabil (O2). Karena sifat oksidatornya yang sangat kuat, maka Ozon bisa digunakan untuk desinfeksi (membunuh kuman), detoksifikasi (menetralkan zat beracun) dan deodorisasi (menghilangkan bau tidak enak) dalam air dan udara.

 

Ozon Untuk Pengobatan

Penggunaan ozon dalam dunia kedokteran untuk pengobatan sudah dimulai di Eropa sejak 1915. Gas ozon yang semula diketahui sebagai pembunuh virus, bakteri, dan jamur ternyata menunjukkan banyak sekali manfaatnya. Menurut Dr. Henti Widowati M. Biomed (AAM), Dipl. Cibtac, dari Bianca Aesthetic Clinic, manfaat ozon di antarannya adalah sebagai oksigenasi darah, mengencerkan pengentalan darah yang menjadi penyebab utama serangn jantung (myocard infark), penyumbatan pembuluh darah (stroke), memperbaiki sirlkulasi darah, merangsang pelepasan oksigen pada jaringan-jaringan, dan meningkatkan sistem imun manusia. “Juga bisa mengaktifkan enzyme anti radikal bebas alami tubuh (glutation peroksidase, katalase, superoksid dismutase) yang sangat penting peranannya, misalnya pada perokok dengan kadar radikal bebas yang sangat tinggi dalam darah sehingga mengurangi risiko terjadinya kanker,” papar Dr. Henti.

 

Terapi ozon mmenggunakan gas ozon (O3). Dalam terapi ini, ozon yang digunakan adalah Medical Ozone (ozon medis), yaitu campuran 0.05-5% O3 dan 99,95-95% O2 yang berwujud gas. “Ozon yang digunakan untuk pengobatan menggunakan O2 murni sebagai sumber oksigen yang bebas dari gas beracun seperti Oksida Nitrogen,” jelasnya. Sel-sel tubuh manusia membutuhkan oksigen, jika tubuh kekurangan oksigen, sedangkan sel-sel tersebut tetap ingin hidup, akhirnya sel-sel tersebut bermutasi menjadi sel-sel yang tidak membutuhkan oksigen, itulah yang disebut sel kanker. Ozon berperan sebagai pencegahan yang dapat menjaga sel-sel tersebut tetap dalam kondisi yang baik atau sehat. Walaupun sel-sel tersebut sudah berubah menjadi sel-sel yang jahat, Ozon mampu membasminya.

 

Ozon untuk pengobatan dibuat dengan cara mengaktifkan Oksigen berstandar mutu medis dengan menggunakan listrik untuk menghasilkan Ozon. Setelah masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah, Ozon akan terpecah menjadi O2 dan O atau atom oksigen tunggal. Oksigen bermanfaat bagi kelangsungan hidup sel, sedangkan satu atom tunggal Oksigen adalah ‘oxydizer’ berenergi tinggi yang dapat membakar mikroorganisme yang berbahaya dalam tubuh.

 

Proses oksidasi tidak terjadi pada sel-sel tubuh normal dan sehat, karena sel sehat mempunyai antioksidan yang dapat melindungi sel dari efek oksidasi tersebut. Sebaliknya, Oksigen justru mengoptimalkan fungsi organ-organ tubuh. Disamping itu, manfaat dari O3 sendiri adalah untuk meningkatkan sistem imun (interleukin), antioksidan, hipokoagulasi (pengenceran) darah dan meningkatkan kerja enzim dan hormon di dalam tubuh. Sifat dasar ozon mempunyai kemampuan tinggi untuk antibau, antivirus, antibakteri, antiparasit, antijamur dan antioksidan.

 

Manfaat Ozon Untuk Kecantikan

Terapi ozon ternyata juga bisa  menurunkan kadar trigliserida, kolesterol, asam urat, menstabilkan tekanan darah, meningkatkan fungsi dan kekuatan pompa jantung sehingga volume darah meningkat, mencegah stroke dan mempercepat pemulihan pasca stroke bagi pasien stroke. Terapi ini mampu merusak selaput pelinding kuman sehingga virus, bakteri, protozoa, dan jamur menjadi mudah dihancurkan oleh tubuh. “Ozon dapat digunakan untuki penyakit yang disebabkan oleh bateri, jamur (keputihan), virus (hepatitis), dan penyakit yang didasari adanya gangguan sirkulasi darah seperti jantung koroner, hipertensi, vertigo, migraine,” Dr. Henti menerangkan hal ini.

 

Ozon pun dapat dipakai untuk mengatasi gangguan metabolisme seperti diabetes, kolesterol, jerawat (acne), alergi, dan asma. Hal ini disebabkan ozon dapat mengaktifkan karboksilasi oksidatif pyruvate pada siklus kreb (TCA), mendorong pembentukan ATP, suatu bentuk molekul yang kaya energi, sangat bermanfaat bagi usia lanjut dan penderita diabetes karena menambah vitalitas. Selain itu juga dapat menurunkan NDH, membantu oksidasi cytocrome C, dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Alhasil, sel-sel di seluruh tubuh mengalami peningkatan pasokan oksigen.  Terapi ini bermanfaat bagi penderita jantung koroner dan hieprtensi.

 

Diakui Dr. Henti, selain untuk pengobatan, terapi ozon juga bisa untuk kecantikan karena ozon melepaskan energi photon yang sangat bermanfaat untuk manusia jika diberikan dengan cara dan takaran yang tepat. Manfaat yang bisa didapatkan dari terapi ozon seperti membantu melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan elastisitas dan metabolism sel-sel darah sehingga suplai dan kebutuhan oksigen ke seluruh tubuh dapat terpenuhi secaara maksimal, melalui peningkatan kerja enzim 2.3-DPG (2.3- diphosphoglycerate), yaitu enzim yang bekerja untuk melepaskan oksigen dari darah ke jaringan. “Sehingga tubuh menjadi lebih segar, bertenaga, dan awet muda dan mencegah proses penuaan dini atau anti aging,” tutur Dr. Henti.

 

Metode Aplikasi Terapi Ozon

Terapi Ozon adalah teknologi memasukkan Ozon dan oksigen ke dalam tubuh tanpa dihirup. Ozon sebagai terapi atau Ozon medis, berasal dari oksigen murni berbentuk gas dan sangat diperlukan oleh tubuh. Namun gas ozon tidak akan dimasukan melalui pernapasan karena ozon yang masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dapat menyebabkan paru-paru menjadi asam, sehingga akan membuat pernapasan menjadi bermasalah, itulah efek negatifnya jika Ozon terhirup. Ozon sendiri adalah jenis gas yang sangat reaktif dan tidak stabil, dengan masa hidup yang sangat pendek (20-30 menit) sebelum kembali menjadi Oksigen.

 

Ada beberapa cara untuk memasukkan Ozon ke dalam tubuh, Pertama dengan dilakukan secara langsung dikenakan ke bagian tubuh  yang akan diterapi. Misalnya untuk pengobatan keputihan pada saluran reproduksi wanita, atau pada penderita diabetes yang bagian tubuhnya sudah membusuk dan harus segera diamputasi. “Ini pernah dilakukan kepada penderita diabetes yang kakinya sudah membusuk dan harus diamputasi. Jadi ozon dimasukkan ke dalam plastik yang nantinya digunakan untuk membungkus kaki yang sudah busuk tersebut,” jelas Dr. Henti yang mengaku menggunakan teknik dari negara Jerman untuk melakukan terapi ozon.

 

Tapi bisa juga dilakukan dengan cara Autohemotherapy (infusion), yaitu darah pasien diambil sebanyak 50-100 cc, kemudian dilarutkan dengan gas ozon-oksigen dengan dosis tertentu ke darah tersebut. Kemudian darah tersebut dikembalikan pada pasien dengan cara infus. “Maksimal hingga 150 cc jika memang dibutuhkan. Tapi ini tidak menjadi masalah dan tidak menyebabkan kepala pusing karena biasanya untuk donor darah saja bisa mengeluarkan darah hingga 250 cc,” jelasnya.

 

Sebelum melakukan terapi ozon, Dr. Henti menyarankan ada baiknya agar pasien melakukan terlebih dulu pengecekan total terhadap antioksidan tubuh di laboratorium. Pada awal terapi, sebaiknya dilakukan rutin 2 kali dalam seminggu selama 10 kali. Setelah itu di-maintenance satu minggu sekali atau 2 minggu sekali tergantung kebutuhan dan gaya hidup masing-masing pasien. “Untuk pasien dengan penyakit berat seperti diabetes, bisa sampai setiap hari selama 3 bulan,” ujar Dr. Henti. Biaya terapi ozon bervariasi tergantung penyakit dan tempat perawatan.

Bianca Aesthetic Clinic

Dr. Henti Widowati M.Biomed(AAM),Dipl.Cibtac